KENDARI – Universitas Mandala Waluya melalui Unit Penerbitan Ilmiah menggelar seminar nasional bertajuk “Strategi Publikasi Ilmiah di Era Digital: Dari Penelitian hingga Penerbitan Berkualitas Internasional” pada hari ini, Selasa, 22 April 2026, di Aula Utama Gedung Rektorat. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.30 WITA ini menandai komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan literasi digital di kalangan sivitas akademika.
Seminar nasional ini menghadirkan lebih dari 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari kampus-kampus ternama di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar. Selain itu, acara ini juga diikuti oleh penerbit akademik terkemuka dan editor jurnal internasional yang siap berbagi pengalaman dan wawasan mendalam tentang dunia publikasi ilmiah modern.
Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Dalam era transformasi digital ini, publikasi ilmiah menjadi salah satu pilar penting dalam mengukur kontribusi akademik dan penelitian. Namun, masih banyak mahasiswa dan peneliti muda di Indonesia yang menghadapi hambatan dalam mempublikasikan karya ilmiah mereka di media yang berkualitas dan terakreditasi. Fenomena ini mendorong Unit Penerbitan Ilmiah Universitas Mandala Waluya untuk mengambil inisiatif dalam menyelenggarakan acara edukatif yang komprehensif.
“Kami melihat bahwa masih banyak penelitian berkualitas dari mahasiswa dan dosen kita yang belum terpublikasikan dengan baik. Padahal, publikasi ilmiah adalah jendela untuk berbagi pengetahuan kepada dunia akademik global,” jelas Dr. Hartono Suryanto, Kepala Unit Penerbitan Ilmiah Universitas Mandala Waluya, dalam pertemuan persiapan minggu lalu.
Universitas Mandala Waluya, yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi ilmiah selama lima tahun terakhir. Namun, tingkat publikasi di jurnal bereputasi internasional masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, seminar ini dirancang untuk memberikan panduan praktis dan strategi yang efektif bagi semua peserta.
Narasumber dan Program Acara
Seminar nasional ini menghadirkan lima pembicara utama yang merupakan para ahli di bidangnya masing-masing. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Bambang Setiono dari Universitas Indonesia, seorang ahli dalam metodologi penelitian dan publikasi ilmiah yang telah memiliki lebih dari 150 publikasi di jurnal internasional. Beliau akan membahas topik “Desain Penelitian yang Publikabel: Strategi dari Awal hingga Akhir.”
Pembicara kedua adalah Dr. Siti Nurhaliza, editor kepala Jurnal Penelitian Pendidikan Asia Tenggara, yang akan menguraikan kriteria seleksi jurnal dan tips untuk meloloskan naskah melalui proses peer review. Sementara itu, Dr. Rendra Wijaya dari Lembaga Penerbitan Buku Akademik Nasional akan membahas peluang publikasi buku referensi dan monografi ilmiah.
“Publikasi adalah bentuk komunikasi ilmiah yang fundamental. Peneliti tidak hanya harus melakukan penelitian yang baik, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikannya dengan efektif kepada audiens yang tepat,” ujar Prof. Dr. Bambang Setiono dalam preview acara yang disampaikan kepada media hari Senin kemarin.
Selain tiga pembicara utama tersebut, seminar juga menampilkan Ms. Samantha Chen, seorang platform manager dari sebuah database jurnal internasional terkemuka, dan Dr. Eka Prasetya, praktisi penerbitan digital yang akan berbagi pengalaman tentang tren publikasi di platform digital.
Program seminar dibagi menjadi beberapa sesi, dimulai dengan pembukaan resmi dan keynote speech dari Rektor Universitas Mandala Waluya, dilanjutkan dengan empat sesi utama, satu sesi workshop interaktif, dan satu sesi networking lunch yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber.
Isi dan Topik Pembahasan
Sesi Pertama: “Anatomi Penelitian Publikabel” yang dipimpin Prof. Dr. Bambang Setiono, menghadirkan diskusi mendalam tentang bagaimana merancang penelitian yang sejak awal sudah mempertimbangkan publikabilitas. Pembicara menekankan pentingnya pertanyaan penelitian yang jelas, metodologi yang solid, dan kontribusi orisinal yang dapat memberikan nilai tambah bagi komunitas akademik.
“Banyak mahasiswa yang melakukan penelitian bagus namun tidak bisa dipublikasikan karena sejak awal tidak mempertimbangkan standar jurnal. Kami ingin mengubah mindset ini melalui seminar ini,” ucap Prof. Setiono dalam ringkasan materi yang diberikan kepada panitia.
Sesi Kedua: “Navigasi Dunia Jurnal Akademik” dengan Dr. Siti Nurhaliza membahas secara rinci tentang klasifikasi jurnal, indeksasi (dari lokal seperti SINTA, hingga internasional seperti Scopus dan Web of Science), dan strategi memilih jurnal yang tepat untuk setiap naskah. Peserta juga akan mempelajari apa yang dicari editor dan reviewer, serta cara merespons feedback dengan profesional.
Sesi Ketiga: “Publikasi Buku dan Monografi di Era Digital” dengan Dr. Rendra Wijaya membuka peluang bagi peserta untuk memahami berbagai format publikasi selain artikel jurnal. Termasuk dalam pembahasan adalah self-publishing, e-book, dan kolaborasi dengan penerbit akademik internasional.
Sesi Keempat: “Platform Digital dan Visibilitas Publikasi” dengan Ms. Samantha Chen dan Dr. Eka Prasetya mengeksplorasi bagaimana memanfaatkan platform digital seperti ResearchGate, Academia.edu, dan repository institusional untuk meningkatkan impact dan reach publikasi ilmiah.
Workshop dan Sesi Interaktif
Salah satu highlight dari acara ini adalah workshop interaktif yang dibagi menjadi tiga room sesuai dengan level peserta: pemula, menengah, dan advanced. Dalam workshop ini, peserta berkesempatan untuk membawa draft naskah mereka dan mendapatkan feedback langsung dari para narasumber.
“Workshop ini sangat penting karena memberikan kesempatan untuk peer-learning dan mendapat konsultasi personal,” jelas panitia seminar, saat mempersiapkan segala detail teknis acara.
Room pemula difokuskan pada peserta yang baru pertama kali ingin mempublikasikan karya ilmiah, room menengah untuk yang sudah memiliki pengalaman namun ingin meningkatkan kualitas, dan room advanced untuk peneliti senior yang ingin strategi publikasi lebih kompleks dan internasional.
Komitmen Universitas Mandala Waluya
Penyelenggaraan seminar nasional ini mencerminkan komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mendukung ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah yang sehat. Prof. Dr. I Made Suarka, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam pernyataan resmi yang diberikan kepada pihak publikasi kampus, mengatakan:
“Universitas Mandala Waluya percaya bahwa publikasi ilmiah adalah salah satu misi utama perguruan tinggi. Melalui Unit Penerbitan Ilmiah, kami berkomitmen untuk tidak hanya mendukung publikasi internal, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendorong dan memfasilitasi publikasi di tingkat nasional dan internasional. Seminar hari ini adalah bagian dari strategi kami dalam meningkatkan research output dan visibility universitas di kancah akademik global.”
Lebih lanjut, Prof. Suarka juga mengumumkan bahwa Universitas Mandala Waluya akan segera meluncurkan program mentoring bagi mahasiswa dan dosen muda yang ingin mempublikasikan karya mereka, serta akan meningkatkan alokasi dana untuk mendukung open access publication dan penerjemahan naskah ke bahasa Inggris.
Respons dan Ekspektasi Peserta
Dari wawancara dengan beberapa peserta sebelum acara dimulai, terlihat antusiasme yang tinggi. Siti Amelia, mahasiswa program doktor dari Universitas Mandala Waluya yang sedang melakukan penelitian tentang pengelolaan sumber daya pesisir, mengungkapkan:
“Saya sudah menyelesaikan penelitian saya, tetapi sangat bingung bagaimana cara mempublikasikannya. Seminar ini datang di waktu yang sangat tepat. Saya berharap mendapatkan panduan konkret tentang memilih jurnal yang tepat dan bagaimana menulis naskah yang marketable.”
Sementara itu, Dr. Asrul Hidayat, dosen dari Universitas Hasanuddin Makassar yang turut hadir, berharap dapat memperluas jaringan dan menemukan potensi kolaborasi penelitian dengan dosen-dosen di Universitas Mandala Waluya.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Penyelenggaraan seminar nasional ini diharapkan memberikan dampak positif yang terukur dalam jangka panjang. Unit Penerbitan Ilmiah Universitas Mandala Waluya telah menyiapkan mekanisme follow-up, termasuk pembentukan komunitas online untuk peserta, bulletin mingguan berisi tips publikasi, dan konsultasi gratis selama enam bulan ke depan.
“Kami tidak hanya ingin menyelenggarakan seminar sekali jadi, tetapi ingin membangun gerakan untuk meningkatkan budaya publikasi di Indonesia. Seminar ini adalah awal dari perjalanan panjang,” demikian penjelasan Dr. Hartono Suryanto.
Data dari beberapa universitas yang pernah menyelenggarakan seminar serupa menunjukkan peningkatan jumlah publikasi di jurnal terakreditasi hingga 35 persen dalam satu tahun setelah seminar dilaksanakan. Universitas Mandala Waluya berharap dapat mencapai hasil yang serupa atau bahkan lebih baik.
Penutup
Seminar Nasional “Strategi Publikasi Ilmiah di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Unit Penerbitan Ilmiah Universitas Mandala Waluya pada Selasa, 22 April 2026, ini merupakan langkah signifikan dalam memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di kawasan Indonesia Timur. Dengan menghadirkan narasumber berkaliber nasional dan internasional, serta merancang program yang praktis dan interaktif, acara ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa dan peneliti muda dalam mengkomunikasikan hasil penelitian mereka ke tingkat yang lebih luas.
Kepemimpinan Universitas Mandala Waluya dalam mengambil inisiatif ini juga menunjukkan positioning universitas sebagai lembaga pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan sivitas akademikanya dan berkontribusi aktif dalam membangun kapasitas penelitian nasional. Diharapkan, seminar ini tidak hanya meninggalkan pengetahuan dan keterampilan baru bagi peserta, tetapi juga membuka kolaborasi-kolaborasi penelitian baru dan memperkuat jaringan akademik antar universitas di Indonesia.
Dengan momentum yang telah dibangun hari ini, Universitas Mandala Waluya optimis bahwa publikasi ilmiah dari institusi ini akan semakin meningkat dan diakui di panggung akademik nasional dan internasional.
—
Berita ini ditulis berdasarkan informasi resmi dari Unit Penerbitan Ilmiah Universitas Mandala Waluya, tanggal 22 April 2026.